
Description:
Stroke iskemik terjadi akibat adanya obstruksi pada pembuluh darah yang mensuplai ke otak.
Obstruksi terjadi karena peningkatan lemak yang melapisi pembuluh darah atau aterosklerosis.
Aterosklerosis akan menyebabkan thrombosis serebral dan emboli serebral. Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji efektivitas penggunaan obat pada pasien stroke iskemik yang menjalani rawat inap
di RSUD Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan analisis
deksriptif menggunakan data rekam medik yang dikumpulkan secara retrospektif dan jumlah sampel
dalam penelitian ini adalah 70 pasien. Pemilihan sampel penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien stroke
iskemik tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki (54,29%), berdasarkan usia adalah
kelompok usia 45-65 tahun (64,29%), berdasarkan diagnosa dengan penyakit penyerta (64,70%), dan
berdasarkan lama pengobatan paling banyak terjadi pada 5-10 hari (72,55%). Obat yang paling
banyak digunakan pada terapi tunggal stroke iskemik adalah obat golongan antiplatelet yaitu aspilet
(28,57%) dan terapi kombinasi yang banyak digunakan adalah obat piracetam dengan citicoline
(50%). Interaksi obat paling banyak terjadi adalah obat aspilet dengan clopidogrel (48,57%).
Sedangkan ketepatan penggunaan obat meliputi tepat indikasi (100%), tepat obat (94,29%), tepat
dosis (97,14%), dan tepat frekuensi (97,14%). Maka, disimpulkan bahwa pengobatan stroke iskemik
pada instalasi rawat inap RSUD Nunukan sudah efektif.
URL:
http://103.158.96.218:4005/web_repository/uploads/581.pdf
Type:
Procceding
Document:
Diploma III Farmasi
Date:
23-06-2024
Author:
Rida Wahda Maulida Tahir